23.6.09

97 : malam pertama

Satu hal sebagai bahan renungan Kita...

Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa
Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara

Hari itu... mempelai sangat dimanjakan
Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka....
Tak ada sehelai benangpun menutupinya. .

Tak ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih...
Itulah sosok Kita....

Itulah jasad Kita waktu itu
Setelah dimandikan.. ,
Kitapun kan dipakaikan baju cantik berwarna putih

Kain itu ...jarang orang memakainya..
Kerana sangat terkenal bernama Kafan
Wangian ditaburkan kebaju Kita...

Bahagian kepala..,badan. .., dan kaki diikatkan
Tataplah.... tataplah. ..itulah wajah Kita
Keranda pelaminan... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...

Mempelai diarak keliling kampung yang dihadiri tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah longlai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan

Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin....
Berwalikan liang lahat..
Saksi-saksinya nisan-nisan. . yang telah tiba duluan

Siraman air mawar.. pengantar akhir kerinduan
Dan akhirnya.... tiba masa pengantin...
Menunggu dan ditinggal sendirian,

Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama yang indah atau meresahkan..
Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..

Dan ketika 7 langkah tlah pergi....
Sang Malaikat lalu bertanya.
Kita tak tahu apakah akan mem peroleh Nikmat Kubur...
Ataukah Kita kan mem peroleh Siksa Kubur.....

Kita tak tahu...Dan tak seorangpun yang tahu....

Marilah membuat keseimbangan dalam kehidupan kita, sebelum kita
menuju
ke ''Malam Pertama Kita''~

(sejak akhir2 ini banyak sangat email pasal kematian yang aku terima.)

14 comments:

a.k.u.p.e.n.t.o.i said...

sunat mengingati mati...

Aida Alias said...

bagus email ni kak ita.. cara penyampaian mesej pun jelas..

mugiwara said...

bila dapat email2 camtu baru insap...
manusia kena selalu diingatkan~

insap...
insap...

en_me said...

me insaf dgn kekurangan n kelemahan diri me yg inih.. salamm akak zita tewww

julietchun said...

sesekali kita kena diingatkan, aku selalu terlalai gak.

Mr PenyuBiru said...

insaf.

ayampinko said...

yer banyak yang nko trime banyak jugak yang nko masukkan dalam n3..
penat tau nak insaf
(kompom kejap jer)

Rozita said...

kpd semua~ sama2 lah kita saling ingat mengingati

istimewa buat ayampinko~
ini hanya sekadar renungan. klu rasa penat nak baca benda2 ni semua, saya tak paksa awak membacanya. salam.

[-suziey-] said...

adoi...seram la kak..takut pn ade..insap pn ade..huhu

jajazuzu said...

sama la kak. org pun slalu dpt.

pakndak said...

bagus email nie, sekurang2nya mengingatkan kita tentang mati. kadang- kadang kita lupa yang ajal datang bila- bila masa ja

pakndak said...

bagus email nie, sekurang2nya mengingatkan kita tentang mati. kadang- kadang kita lupa yang ajal datang bila- bila masa ja

Rozita said...

thanx pakndak sbb singgah blog sy ni.
kekadang ada jugak org yang 'lemas' ngan info2 sebegini...tepuk dada tanya selera :)

ayampinko said...

lek..gua tak penat membaca..
wa penat nak insaf...hahahha